Tag Archives: PUISIKU

Aku Sudah Berusaha

Aku sudah berusaha,
keras sekali,
sekeras guntur gegap menggelegar,
di awal musim penghujan,
enam tahun lalu.

Aku sudah berusaha,
sungguh-sungguh,
seperti kesungguhan laba-laba,
menganyam jaring- jejaring rapuh,
untuk sekedar menakut-nakuti,
nyamuk-nyamuk kebingungan.

Aku sudah bersusaha,
tidak main-main,
walau harus bermain api,
dengan tangan telanjang bulat,
dan alhasil telah membuahkan,
melepuhnya jari-jemari ini.

Aku sudah berusaha,
mati-matian,
walau saat ini aku belum mati,
tetapi rasa ini telah mendahuluiku,
terbujur kaku di ruang kremasi.

Usahaku bukanlah sembarang usaha,
usaha kecil dari orang kecil,
dan mungkin tak berarti bagi kalian,
tetapi aku tidaklah malu,
karena dengan susah payah,
aku sudah berusaha.

Iklan

Inginku

Ingin menyapa,
tapi tak ada suara,
parau terdengar,
sumbang nyanyianku,
putus dawai gitarku,
hingga sayup-sayup,
nyanyianmu mengalun,
mencairkan suasana beku,
menyambung asaku yang patah.

Ingin menyentuh,
tapi terlalu jauh,
tak bisa kujangkau,
tangan ini terikat rapat,
kaki ini terpasung kaku,
perih di pergelangan,
nyeri di mata kaki,
hingga kau hadir,
membebaskanku dari belenggu.

Ingin tersenyum,
tulus bagai embun,
tanpa beban terpendam,
mengubur semua dusta,
menghadirkan sisa kejujuran,
tapi aku selalu ragu,
untuk memastikan,
tentang kepedulianmu,
terhadap semua upayaku.

Ingin mengungkapkan,
impian-impian lamaku,
yang masih tetap tersimpan,
karena tak ada keberanian,
dan karena ketakutan,
selalu membayangiku,
mengikuti semua gerakku,
hingga saatnya nanti,
kau akan tahu dengan pasti.