Tag Archives: nasehat

Aku Sudah Berusaha

Aku sudah berusaha,
keras sekali,
sekeras guntur gegap menggelegar,
di awal musim penghujan,
enam tahun lalu.

Aku sudah berusaha,
sungguh-sungguh,
seperti kesungguhan laba-laba,
menganyam jaring- jejaring rapuh,
untuk sekedar menakut-nakuti,
nyamuk-nyamuk kebingungan.

Aku sudah bersusaha,
tidak main-main,
walau harus bermain api,
dengan tangan telanjang bulat,
dan alhasil telah membuahkan,
melepuhnya jari-jemari ini.

Aku sudah berusaha,
mati-matian,
walau saat ini aku belum mati,
tetapi rasa ini telah mendahuluiku,
terbujur kaku di ruang kremasi.

Usahaku bukanlah sembarang usaha,
usaha kecil dari orang kecil,
dan mungkin tak berarti bagi kalian,
tetapi aku tidaklah malu,
karena dengan susah payah,
aku sudah berusaha.

Iklan

Biarlah

Biarlah aku menyimpang,
dan menikmati kelainan asa,
karena lelah menjadi bintang,
di antara kilau cahaya berlimpah ruah,
menyilaukan.

Biarlah kuhambur-hamburkan tangisan,
bersama debu yang terinjak-injak,
karena kekalahan adalah keindahan,
dan ribuan mata yang mengejek,
adalah kesejukan.

Biarlah aku memohon-mohon,
untuk menjadi sahabat rerumputan,
yang selalu dipeluk embun di pagi hari,
dan tariannya saat menyambut mentari,
adalah kedamaian.

Biarlah,
tanpa syarat aku pasrah menyerah,
karena yang tercipta dari tanah,
kelak pasti akan kembali,
menjadi tanah.

Pencuri

Pencuri
dulu bersenang hati,
menguras negeri,
menikmati upeti.

Kini,
malu sekali,
ditertawakan sesama pencuri,
dihina penduduk bumi.

Tetapi,
ada yang terlupa,
ada yang lebih pahit,
dihina pula penduduk langit.

Walau Tak Indah di Matamu

Walau tak indah di matamu,
itulah caraku menyayangimu,
hingga kelak kau akan tahu,
betapa besar cinta di hatiku.

Walau membuatmu sakit,
itulah caraku agar kau bangkit,
karena aku inginkan yang terbaik,
bagimu sang penghuni lubuk hati.

Lihatlah awan putih di sana,
menghias angkasa dengan ketulusannya,
meski tak ada ucapan terima kasih,
dia akan selalu membiaskan sinar kasih.

Suatu hari nanti,
kau akan membenarkanku,
dan semua yang anggap kejam,
adalah keindahan yang terpendam.

Pahlawan

(Puisiku untuk Hari Pahlawan, dengan memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi para pahlawan kemanusiaan pada bencana Merapi, Mentawai, Wasior, dsb)
Courtesy of Kompas.com

Bukan berteriak jihad,
tapi kemuliaan telah indah kau pahat,
meringankan beban sesama umat,
ketika bumi serasa bagai kiamat,
serentak kau menjadi sepakat,
bahwa semua mahkluk harus selamat.

Bukan mencari untung,
tapi nyawa rela kau sabung,
ketika jerit tangis menusuk jantung,
tak cukup kau duduk termenung,
atau hanya berdiri mematung,
kau tunjukkan langkahmu yang agung.

Bukan hanya berucap simpati,
mengobral janji menjual teori,
kau berdiri gagah berani,
memenuhi panggilan nurani,
menghibur ibu pertiwi,
yang tengah menangis bersedih hati.

Bukan memburu gelar pahlawan,
cukup disebut sebagai relawan,
menjujung tinggi nilai kemanusiaan,
menyelamatkan alur kehidupan,
tanpa mengharap imbalan dan pujian,
kau berjuang di jalan Tuhan.

Jadikan Aku


Tuhan,
Jangan belokkan badai yang akan menerjangku,
tapi jadikan aku orang yang mampu bertahan di tengah badai,
karena badai-badai yang lain pasti akan menghampiriku,
aku tak ingin lemah dan tumbang tiap kali dia datang.

Jangan hindarkan segala hal yang bisa menyakiti hatiku,
tapi jadikan hatiku kebal akan tajamnya pedang kehidupan,
karena setiap yang kulihat, kudengar dan kurasa, bisa melukaiku,
dan aku tak ingin menilai dunia ini kejam laksana siksa neraka.

Jangan selalu menobatkan aku menjadi sang pemenang,
tapi jadikan hatiku lapang dan menerima segala kekalahan,
karena jika aku sering dimanjakan dalam kehidupan,
aku tak akan pernah bisa menerima pahit getir cobaanMu.

Jangan cegah sesuatu yang membuatku menjadi kecewa,
tapi jadikan aku manusia yang bisa memahami segala kondisi,
karena apa-apa yang kuanggap baik belum tentu baik bagiMu,
dan aku tak ingin menjadi mudah patah hati pada dunia ini.

Jangan jauhkan kesedihan dan kesulitan melanda hidupku,
tapi jadikan aku bisa tersenyum dalam duka dan gembira,
karena aku yakin semua kehendakMu adalah terbaik adanya,
dan aku tak ingin menjadi manusia yang mudah menangis.

Empat November

(Happy birthday semoga senantiasa berbahagia)

Bila mampu berdiri,
berdirilah,
junjung atap asamu,
tegarlah,
galah tujuh bintang,
satukan sinarnya,
di hatimu,
di hatiku,
dan bebaskan dunia ini,
dari kegelapan.

Bila mampu berjalan,
berjalanlah,
walau tertatih,
susul langkah mentari,
ikuti sampai ke ufuk,
kunanti kau di sana,
dan bawakan aku,
seulas senyum,
secercah tawa,
biar damai jiwaku.

Empat November,
akan selalu datang,
untukmu,
untukku,
selalu indah dinanti,
bukan untuk dikenang,
tapi untuk menjaga rindu,
yang terlukis indah,
dan tak pernah goyah,
selamanya.