Category Archives: Sejak Sajakmu Sejukkan Jiwaku

Sejak Sajakmu Sejukkan Jiwaku

Dulu kau adalah angin lalu,
berat mata ini untuk melihatmu,
tapi apakah telah berubah saraf mataku?
ketika kini tiada bosan aku memandangmu.

Dulu kau kembang yang selalu kuncup,
kusayangkan tanganku menyentuhnya,
tapi saat ini seperti kau sihir aku,
ketika kembang itu mekar indah berseri.

Maafkan atas keangkuhanku,
mungkin terpaksa menjilat ludah sendiri,
dan semua ini begitu saja terjadi,
sejak sajak-sajakmu sejukkan jiwaku.