Category Archives: Layar Di Benak

Layar Di Benak

Membentang layar di benak,
putih bersih tiada bernoda,
seribu opera menyeruak,
ingin tampil silih berganti.

Kisah Ramayana telah usai,
menobatkan pahlawan sejati,
meniupkan bara di Alengka,
menyisakan tawa dan tangis.

Masih ingin kulihat lagi,
cerita-cerita kehidupan,
berawal tawa berakhir tragis,
bermula tangis berbuah ceria.

Hidup adalah ketidaktahuan,
bagai wayang di tangan dalang,
sedih senang bukan direncana,
hanya mengikuti alur cerita.

Sejuta adegan biarlah bergulir,
ada yang menang dan tersingkir,
karena semua sudah ditentukan,
di tangan Sutradara Kehidupan.