Ingin Kusajakkan Senyummu

Ibu,
ingin kusajakkan senyummu,
seraya kupilih dan kupilah ribuan kata,
tetapi tak jua bisa kurangkai kalimat,
yang paling senonoh untukmu.

Biarlah puisi untukmu tetap kupingit di hati,
jika berkenan,
baca saja rangkaian prosa pada raut wajahku,
karena aku tak pernah memakai cadar dihadapanmu,
tangisku adalah tangisku dan tawaku adalah tawaku.

Aku mengenal kasihmu dengan sendiriku,
tanpa ada yang mengajari,
tanpa pula referensi,
dan karenamu juga aku bisa mengenal rindu,
yang kuyakini hingga riwayatku ditelan bumi.

Ibu,
aku tahu kita mencintai kesahajaan,
kita membenci kemunafikan,
maka untuk apa kututup rapat aurat tabiatku,
jika hanya untuk menyenangkanmu.

33 responses to “Ingin Kusajakkan Senyummu

  1. Membacanya, lagi-lagi kangenku menghentak kepada ibuku tercinta di Jombang sana….

  2. Salam kenal mas..
    Kunjungan pertama, kala kesahajaan di pangku kerinduan.
    Salam..🙂

  3. Puisinya bagus and nyentuh bgt..

  4. udah lamaaaaaaaaaa
    gak berkunjung kesini…
    mas gurit apa kabar???

  5. merinding ..
    pemilihan kata yg baik . .

  6. Have a good day yah …

  7. terimakasih atas informasinya

  8. mkasi banyak atas puisinya sobat…
    sangat indah..

  9. Thanks atas puisinya..
    indah bngett…

  10. Ibu bidadari nyata yang ada di dunia ini…
    Ibu sumber inspirasi kita semua

  11. Kenapa ya?…membaca puisi serasa jujur pada diri sendiri
    Aku mengenal kasihmu dengan sendiriku,
    tanpa ada yang mengajari,
    tanpa pula referensi,
    dan karenamu juga aku bisa mengenal rindu,
    yang kuyakini hingga riwayatku ditelan bumi.
    Bagus banget, good son…hehew

  12. Aku ingin pulang kepada hati yg kucintai
    tapi aku harus menunggu,
    di setiap heningku tak pernah lelah kau menemaniku
    walau itu hanya bayang-bayang senyummu yg bila kusentuh senyum itu pergi

    Di setiap matahari pergi, s’lalu saja terlihat saat kau berpaling dan berjalan meninggalkanku
    aku ingin bertahan untuk orang yang kucintai
    karena kupikir tak mungkin hanya sebatas ini cintaku
    PUISI LAGU TENGAH MALAM | Puisi Kenangan Pantai Sanur Bali | Puisi Musim Gugur Di Hongkong | Puisi Meditasi Kesehatan | Puisi Perjuangan Anak Desa | Puisi 10 Partai Peserta Pemilu 2014
    Kunikmati kesepian-kesepian ini
    dengan nada, dengan mimpi, juga dengan kenanganmu
    biar saja rindu ini hidup di dasar hati
    menunggu sampai waktu yang panjang menegurnya
    sampai ia menemui apa yang ia inginkan, apa yang ia rindu

    Telah kubingkai namamu, lihatlah sangat indah di dalam hati
    dan perpisahan ini tak mampu merusaknya sama sekali
    suatu hari nanti jika kita bersatu lagi, kan kubacakan puisi ini untukmu
    dan jika tidak, kan kubacakan sajak ini pada matahari di senja hari, atau pada bulan yang s’lalu menanti …
    ini hanya sekedar lukisan hatiku saat ini, dan entah seperti apa di suatu hari
    Puisi Kecap Bango | Puisi Bidadari Linglung | Puisi Pahlawan Malam Bingung | Puisi Islami Mi’raj | Puisi Sepi Sendiri | Puisi Nasehat Telat Tobat | Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA | Puisi Ucapan Terima Kasih | Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang; | Puisi Tentang Langit Di Mana | Puisi Madura Dan Kenangan | Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak | Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek | Puisi Hancurnya Partai Partai | Puisi Pendekar Rakyat | Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat | PUISI JENAKA | Puisi Malam Minggu Kelabu | Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak

  13. Puluhan kali aku baca. Tapi tak pernah bosan. Puisi yg indah

  14. baca juga puisisederhana.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s