Adapun

Adapun,
aksara-aksara yang terdampar di dada,
belum jua berbaris membentuk kata,
maka jangan pernah kau tanya,
sampai kapan aku mengungkapkannya.

Adapun,
ribuan rindu yang kau harapkan,
kini melebur menjadi satu,
setara dengan kesunyian malam,
diam seribu bahasa.

Adapun,
dua ujung di lorong hati,
telah tersumbat oleh kebekuan,
hingga asaku tak mampu mengalir,
keras membatu dalam batin.

Adapun,
tentang janji waktu itu,
kini telah berganti,
bersama tenggelamnya mentari,
walau tiada maksud mengingkari.

22 responses to “Adapun

  1. nice banget mas….puisi2 mas gurit selalu saja bikin hati aku tersentuh

  2. ko tau se ada ribuan rindu yang ku harapkan .. udah dihitung ya .. xi xi xi xi xi

  3. Mendengar deru kata yg berlabuh. .
    ku menjdi ragu. .tuk menyapa mu. .

    Mendengar deru kata yg mendayu. .
    ku bimbang akan ht ku. .

    Namun biarlah,,
    walau s,adanya ku berupaya,,sebagai penyuka syair pujangga. .

    Pena bicara ucapkan kata,salam kenal wahai pujangga,dari ku insan biasa. .

  4. Adapun,
    ribuan rindu yang kau harapkan,
    kini melebur menjadi satu,
    setara dengan kesunyian malam,
    diam seribu bahasa.

    aku suka kalimat ini
    mas Gurit, aku sedang belajar diam seribu bahasa
    tapi kok tangan tetap aja gak mau diam yah?🙂

  5. adapun…
    bagus mas puisinya
    sunggu

  6. pada akhirnya sepilah yang berkuasa, Pandu anakku bilang juga begitu sama dengan kamu…:)

  7. bagus puisinya,

    bait pertama cowok banget🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s