Aku Ingin Berhenti


Karena alam tertawa lebar,
aku tertawa juga,
entah kenapa hari ini mendung tiada kunjung,
dan sepoi angin datang tanpa permisi,
menyibak rerumputan yang kering ujungnya,
kira-kira,
apa yang terakhir akan hadir?

Sebelum terjabar lebih luas,
ingin kubaca dulu tulisan di langit,
dengan mata telanjang,
karena kaca mataku telah retak,
terinjak tumit kesombongan diri,
tanpa peduli tajamnya firasat,
hingga sering kali melanggar cinta.

Akankah terjawab tanyaku,
sedang percakapan di langit tiada kudengar,
terus terang,
aku khawatir dengan anganku,
yang terlampau sering berkelana,
oleh karena itu,
aku ingin berhenti.

20 responses to “Aku Ingin Berhenti

  1. Udah ada rambu STOP yo ampun diterak to mas gurit .. ketilang pak pol gmn .. xi xi xi

  2. wah…jangan berhenti mas….
    nanti dunia persilatan gmana??

  3. emang bisa di stop …. ?
    gak percaya akh…..🙂

  4. Mas Gurit, jangan berhenti… aku sedih .. ??
    kalau mas Gurit berhenti nulis puisi, aku juga ikutan berhenti..
    atau kita dulu-duluan berhenti…
    aku aja yg duluan ya mas Gurit…
    bye ….

  5. kayaknya duluan aku deh yg pamit..
    kan emang udah lama aku mau udahan…
    tapi tulisanku bakal ku angkut ke satu tempat baru…
    Rahasia… haha…🙂

    >maafin aku ya.. kalau ada salah kata dalam komentar
    ..dan sebagainya.. dan seterusnya..

    bye… mas Gurit

  6. ya kudu brenti, lha wong lampunya merah. Ntar kalo dah ijo, jalan lagi kan?…

  7. sudah kecanduan itu Rit, gmn caranya berhenti :0

  8. mas mboky ak ni diwarai buat syair

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s