Pencuri

Pencuri
dulu bersenang hati,
menguras negeri,
menikmati upeti.

Kini,
malu sekali,
ditertawakan sesama pencuri,
dihina penduduk bumi.

Tetapi,
ada yang terlupa,
ada yang lebih pahit,
dihina pula penduduk langit.

19 responses to “Pencuri

  1. Keren puisinya. Mengena dengan fenomena-fenomena belakangan di negeri ini.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  2. betulllllllllllll………….saat ini maling pada teriak maling😀

  3. O, Pencuri
    Kenapakah kau tak jadi mucikari saja? meski di hina dapat enak, dan nikmati surga duniawi? *jitak*

    saya suka, dan izinkah saya untuk membacanikmati taman puisi surgamu ini…

    salam kenal…

  4. untung ora dihakimi penduduk bumi yo Rit, wong sak Indonesia wis rasah akeh2 njewer kupinge ping pisan ae, 200 juta ping 1 dawir kupinge he he

  5. yg paling berbahaya adalah pencuri hati… hehe🙂
    gak ada gantinya hati… kalau sdh dicuri..

  6. iki lho sing ning njero iki ati kula digawa lungaa..

  7. puisi untuk para koruptor yaa…hikhikhik

  8. Aku baru nge klik Puisi Surga dan membacanya…..
    Ternyata…..sungguh luar biasa….!
    Salam kennal yaa…

  9. iya Rit, kasihan anak cucu, mereka menanggung malu
    naudu billahi mindaliq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s