Madu-Maduku

Aku tahu tiada malam tanpa gelap,
tapi mengapa aku mengingkarinya,
menginginkan sinarmu yang benderang,
bukan lentera redupmu yang tergulung asap.
dan aku berlari mencari sinarnya pagi,
walau tak kunjung jua kutemukan,

Aku tahu tiada hujan tanpa basah,
tapi mengapa aku menghindarinya,
menginginkan hangat rapat dalam pelukmu,
bukan hembusan angin yang menusuk rongga dadaku,
dan aku makin ketakutan akan kedinginan,
walau tetap menggigil di hamparan lembabmu.

Aku tahu aku punya beribu cawan madu,
yang melenakanku karena manisnya tiada terkira,
tiap kuteguk menjadikanku lupa ada pahit di dalamnya,
tapi yang kutahu hanyalah manis yang ada,
dan aku makin menggilai madu-maduku,
walau tak pernah bisa menghilangkan dahagaku.

20 responses to “Madu-Maduku

  1. aku tak mau dimadu mas…….🙂

  2. xi xi xi …. nek minum Air putih dah umum yo mas gurit , ketimbang duite ra ono gone utk beli madu2 .. hi hi hi

  3. itu tandanya…
    kamu betul sungguh menikmati hidup

    yah…
    nikmatilah madu madumu yg manis
    sampai kamu nyaris………
    tak mampu mencium bau amis
    atau kamu justru diserang bengis
    oleh pasukan Lebah yg menangis

    ….hehe, mas Gurit.. apa kabar?
    >asyik ya… bnyk madu?
    wew

  4. ,kLo blng hati2? ,jgn2 ada ranjau’a ni🙂

  5. puisina sll bagus…
    sip.. sip..

  6. Madu2ku:
    1. madu kembang randu – putih kulite – senin
    2. madu kembang klengkeng – sawo matang kulite – selasa
    3. madu kembang rambutan – kandel alise – rabu
    4. madu kembang karet – mentul2 – kamis
    5. madu kembang duwet – biru mripate – jumat
    6. madu kembang pelem – wonge ngalem pol – sabtu
    [Minggu turun mesin pijet]

  7. mas Guriiiiiiiiit….
    puisimu kok di publish sama TOTOK SEJATI / TOTOK BERKARYA
    serius maaaaaaassss…
    apa kamu ganti nama ya?

  8. mas Guriiiiiiiiit….
    blog-TOTOKSEJATI-nya udah kabur… menghilang…
    aku serang komentar2 dan juga puisi terakhirku ‘putus urat malu’
    aku publish sampai tiga kali berturut-turut…

    aku jadi males bikin puisi lagi….

    “selamat tinggal mas Gurit…” bye !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s