Seribu Malam Yang Lalu

Seribu malam yang lalu,
di atas kakiku yang telanjang bulat,
aku berjalan meniti untaian benang rindu,
yang terbentang di antara hampa bayangmu.

Letih ini berjanji setia jadi saksi,
dan menemani ketika muram durja menerpa,
bagai sirip ikan yang menari di air dangkal,
aku menggelepar dalam bejana penantian.

Di hamparan hati yang tak pernah terbagi,
kusematkan sebuah lencana atas namamu,
dan atas nama rasa yang tak mampu bicara,
kucoba sembunyikan seulas senyum palsu.

Seribu malam yang lalu,
apalah bedanya dengan malam ini,
sebilah rindu di dada tak jua melentur,
semakin tajam kala dingin malam menghujam.

19 responses to “Seribu Malam Yang Lalu

  1. aku tau..
    kamu rindu
    dan aku selalu suka
    menikmati kerinduanmu

  2. Di hamparan hati yang tak pernah terbagi,
    kusematkan sebuah lencana atas namamu,
    dan atas nama rasa yang tak mampu bicara,

    (Puisi-nya bagus bgt mas gurit )

  3. saya dah lupa sama rindu, mengingat rindu wlu seiris bawangpun saya dah tak mampu, susah! berceritalah kau lebih banyak tentang misalnya rindunya wangi pada bunga atau rindunya sumba pada kuda yang turun gemuruh di kaki bukit, biar lunak hati ini, ok

  4. Rindu obatnya yah bertemu…telpon, sms, email, atau kirim bunga…banyak media yang mempermudah, iya nggak? iya nggak…lama nggak main kesini..kangen juga…:mrgreen:

    Comment Pink…rindu juga tuh😛

  5. Wah…HTML ku gak bekerja di sini… hiks….

    Juga merindu bercumbu dengan-Nya…

  6. dihamparan hati yang tak pernah berbagi, kusematkan sebuah lencana atas nama mu ..

    selamat malam sob, semoga hati itu akan terbuka untuk segera berbagi .. hehe🙂

  7. mas Gurit.. aku publish puisimu yg ini ya..
    tapi aku tulis karya kamu..
    boleh ya…
    maksa?
    …haha…

  8. Indah & bagus puisi-puisinya mas Gurit.
    Tadi sya udh ngAdd mas Gurit, tlong di konfirm yh. Thanks

  9. Like bangett mas…
    Di hamparan hati yg tak pernah terbagi
    Kusematkan sebuah lencana atas namamu
    Dan atas nama rasa yg tak mampu bicara
    Sungguh ku merindukan mu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s