Temani Temanku

Temani temanku,
dia membutuhkanmu,
bagai burung membutuhkan sayap.
Dia menunggumu,
bagai kemarau menunggu hujan.
Dia menyayangimu,
bagai Bisma menyayangi Pandawa.
Dia merindukanmu,
bagai pungguk merindukan bulan.

Tidakkah kau tahu,
kami sama-sama lelaki,
telah lama seiring di jalan terjal,
memikul beban bahu membahu,
mengayuh sampan meniti hidup.
Jika dia menangis,
tumpah pula sebejana air mataku.
Jika dia tersakiti,
tercabik pula rasa dalam jiwaku.

Tamani temanku,
walau aku tahu pasti,
kau dan aku ingin saling menemani,
tetapi biarlah begitu,
dia lebih pantas mereguk bahagia,
tak usah kau risaukan aku,
kekecewaan bukanlah hal baru bagiku,
dan demi kasih kita yang indah,
sayangi dia seputih kasihmu padaku.

10 responses to “Temani Temanku

  1. gak mauuuuuuuuuu……. maunya nemenin mas gurit ajah.. hehehe

  2. apa rasa bisa dipaksakan??

  3. mas Guriiiit…
    arkh.. bingung mo koment apa?
    cantik banget kata2nya

  4. Kok gitu si Mas???
    Harusnya Mas gurit sendiri yang menemani?
    Jangan menyerah dengan keadaan dunk…

  5. mas gurit, aku sangat terharu membaca puisinya. Puisi ini mengingatkan aaku pada masa lalu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s