Dengan Caraku Sendiri

Dengan berkaca pada embun,
aku menyayangimu,
untuk denting hati yang bening,
kucelotehkan nada-nada kerinduan,
ketika sunyi senyap merajam sukma.

Dengan berguru pada bintang,
aku mencintaimu,
karena pijar sanubari yang memancar,
di antara gejolak rasa yang tertelungkup,
mencabik-cabik keheningan malamku.

Dengan caraku sendiri,
aku mengungkapan samudera kasihku,
walau tak pernah kau tangkap akad niatku,
tapi telah kupersempahkan opera jiwa,
yang menanti gemuruh tepuk sambutmu.

Masihkah kau ragu,
dengan bening embun berbalut kabut.
Pantaskah kau sangsikan,
kilau kejora yang tak pernah berkedip.
Seperti itulah caraku menyayangimu
.

10 responses to “Dengan Caraku Sendiri

  1. puisinya bagus .. kyk mnyindir aku .. he he .. matur suwun

  2. dree masih tetep suka puisi mas gurit….

  3. 🙂

    Sulit memang membuat orang percaya, terkadang kita sudah melakukan banyak hal masih sj dia tdk percaya…
    Tapi ketulusan akan selalu indah “)

  4. Mau berterimakasih pada mas Gurit yang udah mengkoreksi tulisannya Pendar Bintang🙂

    Saya suka nulis tapi jarang memperhatikan ejaan, dan terkadang jujur saya memang dan tahu ejaan yg benar dan walaupun udah diingetin saya tetep susah inget…kayanya ini jenis penyakit yah?😦

    Sekali lagi makasih yah…

  5. M.gurit masih yg terhebat buat say.”
    pertahankan selalu seoerti ini karyanya.
    ini seperti hidup dan setiap orang pasti pernah atau akan melalui proses seperti ini.
    thanks’ Selamat berkarya mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s