Sekilas Khilaf

Jangankan engkau,
aku sendiri tak mengerti,
tentang untaian kealpaan,
yang kerap kali terjadi,
menjangkitiku bagai sindroma,
akut tak tersembuhkan.

Lelahkah engkau,
untuk selalu mengerti aku,
tanpa menuntut dimengerti,
hingga sebuah kalimat,
saling pengertian,
menjadi tiada arti,

Sanggupkah engkau,
menobatkan kesabaranmu,
menjadi panglima,
yang tegar berdiri,
di garis depan hatimu,
untuk menghalau segala amarah.

Aku tahu engkau,
dengan mata indahmu,
memandang tulus kasihku,
memaklumi kemanusiaanku,
tanpa sedikitpun melihat,
sekilas khilaf-khilafku.

10 responses to “Sekilas Khilaf

  1. untaian kata bijakmu
    nice…… mas Gurit
    hey… malam minggu ngapain neh…?
    makasih dah kunjung ke dejavu lagi…

  2. mas Guriiiiit…
    dewi jayanty blogku yg satunya…
    mampir juga yaa…
    ratu2011.wordpress.com

    aku lg pingin punya dua nafas… hehe……….

  3. Iya, begitulah…
    saya kadang juga memaklumi kecerobohannya, kepikunannya..tapi 2 hari ini benar2 keterlaluan sampai tdk kirim kabar sama sekali gara2 bilang HPnya ketinggalan di mobil n mobilnya di pinjam kakaknya….

    tidak tahu apa ad ayang khawatir😀

    Jd curhat…:D

    Semoga si dia selalu sabar🙂

    • jgn cpt2 berprasangka buruk ya……… siapa tau si dia emang lagi bener2 ga bisa hubungin kamu.
      yang penting bisa saling pengertian……
      semoga selalu berbahagia bersamanya……🙂

  4. Aku tahu engkau,
    dengan mata indahmu,
    memandang tulus kasihku,
    memaklumi kemanusiaanku,
    tanpa sedikitpun melihat,
    sekilas khilaf-khilafku.

    sesuatu yang skg saya rasakan,,,,,tapi semoga jadi pembelajaran,,, thankz broo.thankz juga atas kunjungannya di http://razmatech.com/ ditunggu karya2nya lagi,,,,,jgan bosan2 berkunjung juga,,,sukses slalu,,

  5. Al-khilaf (perselisihan pendapat) di antara manusia adalah perkara yang sangat mungkin terjadi. Yang demikian karena kemampuan, pemahaman, wawasan dan keinginan mereka berbeda-beda. Namun perselisihan masih dalam batas wajar manakala muncul karena sebab yang masuk akal, yang bukan bersumber dari hawa nafsu atau fanatik buta dengan sebuah pendapat. Meski kita memaklumi kenyataan ini, namun (perlu diingat bahwa) perselisihan pada umumnya bisa menyeret kepada kejelekan dan perpecahan. Oleh karena itu, salah satu tujuan dari syariat Islam yang mudah ini adalah berusaha mempersatukan persepsi umat dan mencegah terjadinya perselisihan yang tercela. Tetapi, karena perselisihan merupakan realita yang tidak bisa dihindarkan dan merupakan tabiat manusia, Islam telah meletakkan kaidah-kaidah dalam menyikapi masalah yang diperselisihkan, berikut orang-orang yang berselisih, serta mencari cara yang tepat untuk bisa sampai kepada kebenaran yang seyogianya hal ini menjadi tujuan masing-masing pribadi. Para salaf (generasi awal) umat Islam telah terbukti sangat menjaga adab di saat khilaf, sehingga tidak menimbulkan perkara yang jelek, karena mereka selalu komitmen dengan adab-adab khilaf.
    (Kata pengantar Dr. Mani’ bin Hammad Al-Juhani terhadap kitab Adabul Khilaf hal. 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s