Gauli Aku

Demi dirimu,
musnah kejayaanku,
hanya tinggal satu,
satu-satunya,
yang pertama-tama,
dan terakhir kali,
kugenggam erat,
rapat tanpa sekat,
sampai kapanpun,
tetap akan kuingat.
Dialah janji setiaku,
maka dari itu,
setialah kepadaku.

Pintamu padaku,
agar kucurahkan semua,
deburan kasih sayang,
tanpa menyisakan,
celah ruang di hati,
untuk nama selainmu,
walau tidaklah mudah,
telah kuperjuangkan,
mati-matian,
hingga mati rasa ini,
terhadap segala godaan,
maka dari itu,
sayangi aku.

Karenamu,
kini aku sendiri,
teman menjauhi,
runtuh kepercayaan diri,
hingga tiada kekuatan lagi,
singgasanaku terkudeta,
tak ada salam hormat,
hilang sambutan hangat,
sahabat setia pergi,
satu demi satu,
tak ada yang mau bergaul,
maka dari itu,
gauli aku.

14 responses to “Gauli Aku

  1. mampir lah ke: http://www.sekaralit.wordpress.com

    disana bebas memberi apresiasi.apapun sesuka hati.

    • udah…….. wktu subuh stlh makan sahur🙂 baca2 di sana mpe ga tdr lg…… pdhl biasanya bis subuhan molor lg. nunggu diteriakin ibu krn wktunya kerja.hehe……
      blog km keren, two thumbs up deh!

  2. benar adanya, lama tidak diupdate.
    tidak nunggu apapun…karena berproses kreatif dengan menulis tetap jalan terus meski tidak terdokumentasi dalam sebuah blog.
    pun meski blog nya hanya, cuma, berisi misalnya catatan pribadi semata, bukan berarti berangkat dari pemikiran seperti yg kamu lontarkan ” mau paham ato nggak..emang gue pikiran”,.tidak sama sekali. dimana kepekaan seorang penulis jika berpikiran semacam itu??

    sya malah lebih tidak perduli mau di klik berapa puluh orang, banyak sedikit tidak masalah.. yang penting bisa memberikan sedikit saja asupan dulce et utile bagi pembaca. sya memberikan penghormatan dan apresiaisi tinggi kepada para pembaca semua yang sudah meluangkan waktu untuk mampir dn membaca di blog sekaralit, meski kadang cuma “sekedar”.

    terimakasih kunjungannya.

    soal idelaisme, tidak juga. biasa saja.

    • ak jg ga prnh pgn blogku punya traffic pengunjung tggi, ato……byk dikomen, kl tujuannya byk komen, nulis aja status di fb yg aneh2….pasti deh jd rame. bukan pula pgn dpt award (eh gambar award kyk yg dikasih2 antar blogger). yg bikin geli ada yg maen copas n dipajang di blog dia tanpa nyebutin link asal ato ngasih kredit ma penulisnya, seakan2 itu tulisan dia. tp biarin aja, sadar penuh, main di internet identik copas meng-copas. lgan Tuhan maha kaya akan kata2, ga bakalan abis utk dirangkai, hehehe
      pernah jg ada yg minta ijin dibacakan di radio swasta, ya silakan aja…….. ambil….org aku jg ga kulakan kok🙂

      jd pada prinsipnya, blog dikunjung org ato ga bukan mslh utk tetap nulis.
      makasih yah……..

  3. nambah: soal “selevel”.. ah sya tidak terlalu suka dengan kata itu. puisi sekaralit bisa dibaca dan ditafsirkan siapapun dan bagaimanapun. jika memang terllau asing, tidak masalah. saya percaya tiap orang memiliki kemampuan analisis sendiri menurut sudut pandangnya sendiri, krna itu juga bagian dari bentuk apresiasi yang patut dihargai.

    • duh…….suka nambah ya? makan jg gt kali…….. awas ndut!

      benar……puisi emang bisa jd multi tafsir……. dalil naqli aja suka ditafsirkan org berlapis2. tp kita musti sadar, salah 1 ketersesatan org jg bisa disebabkan oleh salah tafsir.
      ada pula pasal2 di undang2 yg sering disebut “pasal karet”……. bisa ditafsirkan subyektif seenak “udele” org yg berkepentingan……..

      makanya aku nulis sesederhana mgkn…….pgnnya sih ada sedikit penafsiran…….walau itu mustahil

      makasih diskusinya🙂

  4. “gauli aku”, judulnya bikin merinding

  5. gauli???

    dree binun…

  6. Ketika sang pujangga bercerita . . ..

    Nice . . .

    Salam . .

  7. sempet piktor lohhh…
    tapi………….hebat bgt mas!!!
    LANJUTKAN YAAA!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s