Bidadari Kembar

Ada bidadari kembar,
satu tinggal di istana kahyangan,
satunya lagi berada di muka bumi.
Yang satu bernyanyi di taman langit,
satunya lagi menari di taman hatiku.

Jika yang di langit untuk putra mahkota dewa,
akankah yang di bumi untukku yang jelata,
barangkali sinarnya hanya berkelebat singkat,
membias di setiap mimpi-mimpi malamku,
tapi aku tak berkeputusan untuk berputus asa.

Mungkin harapanku amatlah keterlaluan,
bagai keinginan bulan memeluk matahari,
tapi menyentuh raganya cukuplah khayalan saja,
karena kepentinganku tidaklah penting lagi,
ketika senyumnya saja mampu hangatkan jiwa.

17 responses to “Bidadari Kembar

  1. waw…….. bidadarinya pasti cantik bgt

  2. pasti selendangnya dicuri mas gurit, makanya gak bisa kembali ke kayangan wkwkwkwk

  3. salam buat bidadarinya .. he he

  4. Mas Guriiiiiiiiiittt…….
    keren banget puisinya..
    aku suka sekali endingnya

    “karena kepentinganku tidaklah penting lagi,
    ketika senyumnya saja mampu hangatkan jiwa.”

    apa kabar.. Mas ?

  5. romantis banget deh 2 baris terakhir… btw bulan memeluk matahari berari musnah dunk… apakah sejauh itu harapannya?

  6. Menurutku, puisi ini biasa saja.
    Tidak romantis, karena sya tidak menemukan sisi romantisnya. (meski sya mencoba mengakrabi diksinya, stilistikannya, dan tafsiran pemaknaanya)
    Sungguh. jika saya membaca puisi yang dapat membuat hati tertegun sejenak karena tersentuh oleh kepekaan barisan kata, membuat otak berpikir lebih “cerdas” karena pemaknaan terhadap hidup yang tak terbatas, membuat diri bersikap lebih “arif” karena pada hakekatnya manusia biasa, maka saya tidak sungkan-sungkan untuk memuji.

    ini skedar apresiasi yaaa. terimakasih.

    Tetap produktif berkarya.
    Indonesia butuh pemuda-pemuda yang kaya karya untuk bangsanya.

  7. hmmm….memimpikan bidadari layaknya melihat bintang jatuh. hadir sekelebat, melesat keluar dari bingkai mata sebelum tangan mampu meraihnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s