Puisi Tertunda

Sudah masuk waktu maghrib,
benarkah mentari telah menyelam di laut barat,
ditelan Hiu bertaring putih,
tega sekali ikan besar itu,
tak memberiku kesempatan,
berlama-lama merangkai kata,
untuk dia yang kusayang.
Lalu siapa yang harus kupilih,
untuk menjadi sasaran empuk kemarahanku.
Ah, aku tahu,
pasti ada yang memutar jam dindingku lebih cepat,
atau mataku berubah menjadi mata gelap,
tapi di masjid mulai menggema azan.

Pesan singkatmu itu,
memaksaku menyelesaikan puisi ini.
Oh, ternyata,
aku ini belum mandi,
tapi ibuku sudah memanggil-manggil,
Tuhanku juga memanggilku lembut,
melelehlah air mataku.
Demi semua yang kusayang,
Tuhanku,
ibuku,
dan kau,
terpaksa aku menangis,
karena puisi ini harus tertunda.

18 responses to “Puisi Tertunda

  1. style puisinya beda dg yg dulu2?…… tp bagus jg

  2. jgn suka menunda dong mas……..🙂

  3. kadang hidup memang penuh dilema, tapi kita hrus bijak memprioritaskan segala sesuatu

  4. Puisinya keren – keren banget mas…..
    aku harus banyak belajar sama mas……..

    salam kenal ya mas Gurit,
    klo sempet mampir ya ke blog aku……
    Hehehe………

  5. http://puisi-iseng.blogspot.com
    mampir – mampir ya mas…….
    butuh kritik n saran yg banyak…..
    Hehehe

  6. puisi yang lugas tapi so sweeeeeeeeeet……..😉

  7. ga papa mas… tunda ajah… dree rela ko…. hahahaha…

    pagi mas….

  8. puisi tertundsa nya keren n gokil.. diawal q dah mendalami diakhir, sumpah ketawa sendiri aku.. tp keren banget trus lah berkarya salam kenal dr : vhea

  9. .. puisinya “kacau”.
    spertinya “lari” dari gaya- style puisi yang biasanya.
    puisi ini.”semrawut”
    1 kalimat pun tdk ada yang menarik menurutku.

    • tepat n akurat….! hehe …”kacau”, “semrawut”, seperti penggunaan metafora yg ga konsisten, trus adanya bbrpa distorsi dan “disconnected” antar baris. krn puisi ini menggambarkan berbagai macam perasaan yg berkecamuk pada 1 waktu tertentu. jadi emang sengaja dibuat “kacau” dan “semrawut”

      Makasih ya sekar…….. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s