Menduamu Adalah Menyatuku

Dulu saat kau hadir,
sesungguhnya saat itu pula aku mengusir,
tapi kututupi sikapku dengan seribu tabir,
agar di hatimu tak pernah ada rasa khawatir,
sampai waktunya kebersamaan berakhir.

Ketika kau nyatakan ada yang lain di hatimu,
jangan pernah berpikir tentang patahnya hatiku,
karena hatiku telah dipatahkan dunia sejak dulu,
maka kini akan kusambut datangnya bahagiaku,
setelah lelah mengarungi perjalanan yang semu.

Terima kasih untuk sebuah kejujuran,
yang penuh keraguan telah kau sampaikan,
sebenarnya menduamu telah membuka jalan,
agar aku menyatu dengan indahnya kesunyian,
yang telah lama kurindukan.

4 responses to “Menduamu Adalah Menyatuku

  1. puisinya bagus2 mas… aku ijin kopi ke FB ku yah xixixiixi makasih dah diijininšŸ˜€

  2. silakan dis………..

  3. Ku suka bgt karyanya mas!!!

  4. makasih aisyah……… salamšŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s