Nodai Aku Sekali Lagi

Jika aku masih kau anggap gagu,
maka rembulan adalah teman baikku,
karena aku banyak berguru padanya,
menimba ilmu tentang kesabaran,
dan kami sama-sama tak suka banyak bicara.

Aku tak ingin membalas fitnahmu,
sekeji apapun itu adalah bagian dari cerita,
yang harus kuhadapi dengan senyuman,
dan aku tak pernah bergeming dari sikapku,
karena aku tak ada urusan dengan kebencian.

Lihatlah kobaran api itu,
semua setuju kalau dia adalah pemusnah,
tapi setiap insan membutuhkan keberadaannya,
menikmati kehangatan dan terang sinarnya,
maka jangan pandang sesuatu hanya dari sisi kirinya.

Tak sadarkah kau dengan segala gunjinganmu,
menebarkan noda-noda hitam di wajahku,
mempermalukanku hingga anak cucu,
andai semua itu belum mampu memuaskanmu,
maka nodai aku sekali lagi.

4 responses to “Nodai Aku Sekali Lagi

  1. perlu dree bantuin nyuci nya mas??? biar noda nya ilang…..

    hahaha.. puisi nya selalu bagus kek biasa…. pagi mas

  2. selanjutnya puisinya tentang satu kesetiaan cinta ya .. terima kasih matur suwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s