Sejak Sajakmu Sejukkan Jiwaku

Dulu kau adalah angin lalu,
berat mata ini untuk melihatmu,
tapi apakah telah berubah saraf mataku?
ketika kini tiada bosan aku memandangmu.

Dulu kau kembang yang selalu kuncup,
kusayangkan tanganku menyentuhnya,
tapi saat ini seperti kau sihir aku,
ketika kembang itu mekar indah berseri.

Maafkan atas keangkuhanku,
mungkin terpaksa menjilat ludah sendiri,
dan semua ini begitu saja terjadi,
sejak sajak-sajakmu sejukkan jiwaku.

11 responses to “Sejak Sajakmu Sejukkan Jiwaku

  1. Salam Mas Gurit.thank sajaknya 😛

  2. sajak nya sejukkan hati dree juga mas…

  3. knapa gambarnya bunga ya?… pertimbangan metaforis atau estetis mungkin.
    bisa juga jujur sekalian kalo itu seorang wanita..kenapa? ada banyak karena untuk ini.

    • yeah…… emang soul dr puisi ini adalah perubahan hati yg unpredictable……. gambar bunga mgkn lbh ke metaforis…. ato melambangkan suasana hati. thans yah sekar…………

      • ayo pemuda indonesia.. cintai bahasamu sendiri. dengan meminimalisir kata-kata asing yang memang belum diserap EYD.
        unpredictable toh tidak kalah dengan kata “tak bsa diduga” atau “tak terduga”
        soul, ….tak ada jeleknya jika memakai kata “jiwa”., bahkan “jiwa” mungkin lebih mewakili kedalaman yang lebih ruhanis.

      • hehe…bukan sekar namanya kalo komennya ga kritis…. iya deh, makasih inputannya, eh masukannya…🙂

  4. Sajaknya yg gimana itu ya .. ikutan baca blh ya .. biar merasakn jg kesejukan itu .. he he .. matur suwun.

  5. i like this gan
    mantap sekali sajak nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s