Puisi Tak Sampai

Maukah kau membaca,
kata demi kata yang aku tata,
kususun dalam puisi sederhana,
untuk mengungkap segenap rasa.

Kutulis puisi ini dengan ragu,
karena sebenarnya aku malu,
jikalau engkau menjadi tahu,
tentang yang kuinginkan padamu.

Tahukah kau, gadis?
dengan susah payah aku menulis,
kalimat-kalimat yang tak romantis,
untukmu sang pemilik senyum manis.

Tersendat-sendat coba kurangkai,
kata-kata yang tercerai-berai,
tapi tetap sebatas mengandai-andai,
dan biarlah ini menjadi puisi tak sampa.

=================

Versi video dari puisi ini bisa diklik di sini, atau klik gambar ini:

22 responses to “Puisi Tak Sampai

  1. gadis mana ya? aq jd pgen knl

  2. Lho, kok gak sampai?🙂

    Apik persajakannya hingga dibacanya enak. Pemahamannya juga enak karena kata-katanya lugas dan gak banyak metafor yang dipakai. Apik…apik…
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/

  3. perasaan pd seseorang kl tdk diungkapkan langsung dia tdk akan tahu, jgn terlmbt tuk mngatakannya, jgn sampai dia pergi menghilang. Salam kenal dr saya

  4. moga gadis dalam dongeng itu aku .. he he he he .. bercanda mas gurit ya

  5. ungkapkan saja jika itu bisa mendamaikan hatimu, memendam rasa membuat gelisah🙂
    salam.. saya juga suka puisi jika berkenan mampir ke blog saya yang http://www.duniane.blogspot.com
    terima kasih..

  6. Tidaklah di katakan cinta, kalau belum ada pertemuan.
    Tidaklah di katakan pertemuan, kalau belum ada yg di tinggalkan
    Belum di katakan cinta sejati kalau masih belum bulat kepercayaan.
    salam kenal dari baginda.

    • “Belum dikatakan cinta sejati kalau masih belum bulat kepercayaan”…. indah dan bermakna dalam… salam kenal jg baginda………. trima kasih kunjungannya… salam….

  7. “Hanya seorang anak manusia yang sedikit bisa menikmati indahnya dunia sastra.”

    benarkah? analisis dari mana neh?

    setiap manusia pasti punya naluri keindahan, tinggal cara mengelolanya aja yang beda-beda.
    tidak melulu dengan puisi, cerpen, novel untuk bsa menikmati indahnya dunia sastra kan. pernahkah terpikir bahwa seniman tari, lukis, rupa, petani,pedagang asongan, guru, pengamen, tukang tambal ban, dokter, tukang becak, nelayan, tukang loak, dsb bisa menikmati indahnya “dunia sastra” dengan cara mereka sendiri? tanpa harus terbelenggu pada tulisan dan kata-kata. jika sudah begitu, banyak atau sedikit anak manusia ya… ah, mungkin tdk terlalu penting.

    nice poem.

    • yeah…hehe…….sbtlnya itu aku menilai ke dlm diri, bukan ke luar. kapasitas aku utk bisa menghayati keindahan dunia sastra masih rendah. pdhal dunia sastra amatlah luas. bahkan menurut seorang ulama ternama, al qur’an jg merupakan karya sastra maha agung. gitu kira2 mksd aku.

      anyway……… makasih banyak ya sekar…….. mudah2an ga bosan2 kunjung ke blog sederhana ini

  8. sedikit atau banyak, gak masalah.
    yang penting kemanfaatannya untuk diri sendiri dan orang lain.
    karya sastra kan hanya jiplakan dari peristiwa hidup. karya sastra hanya memotret sedikiit saja (bahkan hanya ambil angel2 tertentu) dari kehidupan.
    jadi misalnya ada seseorang yg katarsis, kemudian menjadikannya lebih tegar, termotivasi, tersemangati, sampai pada menginspirasi, ya berarti…Alhamdulillah..Segala puji hanya milik Allah.

    • iyah.. kalo kemanfaatan bagi diri aku sdri jelas ada n aku rasakan positif adanya (stdknya mnrt aku).tp……..kemanfaatan bagi org lain, aku blm berani mengklaim, coz blm pernah mengadakan penelitian🙂 . ntar deh bikin tulisan karya ilmiah judulnya “pengaruh puisi di blog puisisurga terhadap emosional orang lain” hehehe…….. maaf ya…. just kidding….

      trima kasih bgt …… komen2 sekar bisa memperluas wawasanku (yg emang sempit) 🙂

  9. dosakah aku jika mengagumimu ?

  10. Siapa tuch ? boleh tau ga ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s