Sementara Itu

Hari ini segera berganti hari esok,
bulan ini akan berganti bulan depan,
tiada yang bisa tinggal diam di sini,
untuk kau ikat erat dan kau miliki.

Dulu kau adalah seorang bayi,
lalu tumbuh menjadi anak kecil,
muda remaja dan beranjak dewasa,
terus bergulir berbeda generasi.

Seperti bangunan yang amat kukuh,
menjulang tinggi begitu angkuh,
tapi pastilah akan menjadi rapuh,
dan tinggal menunggu saatnya runtuh.

Adakah keadaan bisa bertahan lama,
ketika semua harus maju berubah,
singgah sejenak lalu beranjak pergi,
dan segalanya akan menjadi sejarah,

Dunia hanya rangkaian kesementaraan,
untuk apa terpatri pada kilau indahnya,
melupakan jalan menuju keabadian,
yang jauh lebih baik dan lebih kekal.

Katamu hidup hanyalah sementara,
tapi kau tak mau menyadari artinya,
bahwa sementara itu,
sungguh tidaklah lama.

2 responses to “Sementara Itu

  1. wah udah lama saya gak komen di sini, karena waktu itu kalo gak salah pernah komen-nya di nonaktifkan ya??? btw, hidup memang untuk sementara, bagaimana caranya agar yang sementara ini menjadi berarti?

    • bukan dinonaktifkan lice… tp ada slh 1 postinganku yg tanda check-nya di “allow comments” scra ga sengaja keklik, jd ya……..ga bs dikomen….. 😦
      btl lice…. smoga dlm dunia yg fana ini hidup kita berarti bagi kita ndiri n bagi org lain … salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s