Lukis Aku Di Langit-Langit Hatimu

Lukis aku di langit-langit hatimu,
bukan dengan sebilah kuas kecil,
tapi dengan ujung lentik jarimu.
Bukan dengan tinta aneka warna,
tapi dengan rona merah bibirmu.

Lukis aku di langit-langit hatimu,
agar ketika kau pejamkan mata,
senyumku masih bisa kau lihat.
Agar ketika dingin menjeratmu,
aku bisa hangatkan jiwa sepimu.

Lukis aku di langit-langit hatimu,
agar pertama yang kau pandangi,
saat bangun dari pulas tidurmu,
hanya salam dan sapa indahku,
yang membarakan awal harimu.

Lukis aku di langit-langit hatimu,
agar ke manapun kakimu berpijak,
aku selalu menyertai langkahmu,
menemani setiap gundah jiwamu,
walau jasad ini tiada bersamamu.

Lukis aku,
agar kau tak melupakanku,
agar aku selalu membayangimu,
karena aku telah melukismu,
di setiap sudut dalam sukmaku.

12 responses to “Lukis Aku Di Langit-Langit Hatimu

  1. dg senang hati kan kulukis mas………..😀

  2. wew.. merinding aqyu..

  3. saya menyukai puisi-puisi ini…
    sungguh sangat menyentuh juga penuh makna,

  4. Hallo mas, aku suka banget puisi2 mas gurit bener2 indah

  5. hmm…semua komen kok pujian. heran..
    giliranku, gak ada pujian untuk puisi ini.
    jujur ya..ni puisi klise. sperti rayuan yg katanya..sekali lagi katanya “gombal”.. puisi panjang ini lbih ke arah biasa.. standar.
    hanya 1 baris saja yg menurutku menarik: ” lukis aku di langit-langit hatimu”. itu saja.

    • yaaaah…capek2 bikin sepanjang itu cmn dipuji 1 baris…… tega amat dikau…hehehe… tp membuat aku lbh termotivasi utk bikin yg lbh baik. biar tau rasanya dipuji sekar, ga dikritik mulu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s