Menghitung Nafas

Menghitung nafas,
satu demi satu,
nikmat sejuk terasa,
dan entah masih berapa banyak,
jatah udara segar untukku.

Mengikuti waktu,
detik demi detik,
bagai dibawa kereta berjalan,
dan entah masih berapa lama,
sisa masa yang kujalani.

Hidup bukan hak mutlakku,
sekedar menjalani masa peredaran,
jika Yang Punya hendak memanggil,
siang atau malam pantas adanya,
tiada daya untuk menghindar.

Jika masih bisa bernafas,
jika masih punya waktu,
sebelum berhembus nafas terakhir,
sebelum menghadapi detik terakhir,
jangan sia-siakan nafas dan waktumu.

Iklan

One response to “Menghitung Nafas

  1. Bagus puisinya, tk kira bukan puisi. Dari judulnya mungkin perlu diperbaiki lagi. Tp bagus bnget isinya. Terus berkarya ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s