Ketika Aku Masih Di Sini

Aku telah kembali,
menapakkan kaki lagi di sini,
setelah lelah menjadi musyafir,
mengarungi padang tandus sendiri.

Kenapa semua berubah,
tak seperti kala kutinggalkan,
bunga-bunga layu terkulai,
rerumputan kering kehitaman.

Jam dinding ini tak berdetak lagi,
lukisanku kusam berdebu tebal,
membuat hati semakin pilu,
kala tak ada senyum menyambut.

Ketika aku masih di sini,
burung-burung berkicau riang,
semilir angin menidurkanku,
di balai bambu aku bermimpi.

Masa telah berganti,
segalanya telah berubah,
dunia menyajikan yang baru,
meninggalkanku sepuluh langkah.

Ketika aku masih di sini,
apa perlunya kuingat lagi,
karena semua telah pergi,
dan kenangan hanyalah khayalan.

2 responses to “Ketika Aku Masih Di Sini

  1. ya iya perginya gak pamit ko .. ya semua pergi
    kenangan hanyalah khayalan podo😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s