Puja-pujaku

Aku memuja bunga,
karena dia tak pernah tergantikan,
harum sendiri tanpa pewangi,
indah merona tanpa diwarnai,
mekar berseri penyejuk hati.

Aku memuja awan,
menjadi lukisan di langit biru,
diterjang angin tiada bergeming,
jatuh ke bumi disambut senyum,
turun hujan membentuk harapan,

Aku memuja angin,
ke sana ke mari sesuka hati,
menerpa daun jadi menari,
menerjang laut menjadi ombak,
mendorong perahu menebar layar.

Aku memuja bulan,
bersinar redup menghias malam,
menerangi bumi di kala gelap,
menjadi inspirasi para pujangga,
terselip rapi di dalam sajak.

Aku memuja bunga,
aku memuja awan,
aku memuja angin,
aku memuja bulan,
dan segala pujaku bagi penciptanya.

6 responses to “Puja-pujaku

  1. aq gak dipuja nich?🙂

  2. aku memujamu wahai sang pujangga…….

  3. bagus bangget hi hi hi jd GR di puja ma pujangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s