Karena Aku Mencinta

Satu-satu kuhapus noda,
dan semua cela yang ada,
agar bisa kuangkat kepala,
hanya untuk sebuah alasan,
karena aku mencinta.

Cerita-cerita yang tertulis,
menempatkanku tepat di sudut,
menjulukiku sang antagonis,
aku ingin semua itu dihapus,
karena aku mencinta.

Andai semua mau tahu,
tentang segala keresahanku,
pasti tak ada lagi caci maki,
tapi itu kuterima sebagai pujian,
karena aku mencinta.

Bila esok masih ada nyawa,
akan kucatat lagi sebuah kisah,
tentang tawanan nafsu angkara,
yang tiada bosan aku pelajari,
karena aku mencinta.

Atas dasar apa aku mencinta,
dan untuk apa aku mencinta
aku sendiri tak tahu,
yang kutahu hanya satu,
aku ini terlahir atas cintaNya.

3 responses to “Karena Aku Mencinta

  1. wah, sang pencinta rupanya…
    indah.
    salam🙂

  2. hehehe……pgn sih jd pencinta……..
    makasih kunjungannya

  3. EMANG UDA BUKAN ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s