Kotamu


Kotamu,
dari waktu ke waktu,
tetap seperti itu,
tak pernah tidur,
walau malam beranjak  pagi,
ramah di setiap sudut,
hangat menyapa setiap insan,
yang lelah di perjalanan.

Kotamu,
selalu mengisyaratkan rindu,
mengingatkan suatu waktu,
tentang tangisku di sana,
tentang tawaku di sana,
tentang bidadari mungil,
bermata lebar,
penghias ruang hati.

Kotamu,
selalu menjadi inspirasi,
dalam bait-bait puisiku,
di kala malam telah sepi,
membuka sisi-sisi tersembunyi,
tersimpan tak rapi di dalam peti,
terselip di antara cerita hidup,
yang telah lama meredup.

Kotamu,
walau tak ingin mengundangku,
tapi aku selalu memaksakan diri,
datang sendiri tak ditemani,
berjalan kaki di trotoar lebar,
di antara desing mesin yang berkoar,
memandangi jejak kakiku,
yang masih jelas tergambar.

3 responses to “Kotamu

  1. lhaaaaaaaa….kotamu apa kotamu ndiri??? hummmm

  2. kota ini…membuat aku rindu…
    degup jantung semakin cepat…
    setiap datang dijalanan yang sepi …
    mengharapkan yang terindah akan terjadi…

    senyum itu…
    tatapan itu…
    merindukan kotamu…
    selalu…
    setiap saat…

  3. makan nasi gandul di puja pati enax ya?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s