Setangkai Embun

Setangkai embun yang kau pesan,
kini telah kudapatkan,
kupetik dengan tanganku sendiri,
dari taman istana dewa-dewi,
harumnya bak samudera kasturi,
beningnya bak air mata bidadari.

Tidaklah mudah mendapatkannya,
nyawa ini jadi jadi taruhuannya,
lelah mendaki seribu gunung,
letih menyeberang seribu danau,
tapi bagiku bukanlah halangan,
demi kau sang pemilik hati.

Semua itu kulakukan,
agar tak lagi kudengar,
seringnya prasangka darimu,
tentang segala kesombonganku,
dan segala ketidakpedulianku,
yang kau keluhkan setiap waktu,

Sebenarnya bukanlah begitu,
aku mengindahkan keindahanmu,
kebijakanku selalu bijaksana untukmu,
tapi kau belum bisa mengerti,
hingga harus kubuktikan,
kupetik setangkai embun ini untukmu.

9 responses to “Setangkai Embun

  1. emang embun bisa di petik yah ?

    • bisa lah ay…blm pernah liat ya? ntar deh aku petikin khusus buat ayang, tapi ya itu….biaya metiknya mahal bgt…kalo deal, delivery order deh..hehehe

  2. ohhh…ada harganya to? i c…

  3. kira2 harganya brp ya?
    pengen pesan tp takut gk cukup uangku

  4. 2 bait penuh hiperbola..jd jenuh juga.
    bait ke-3 ok lah.
    bait ke-4 malah jadi anti klimaks menurutku.

    tetapi, puisi kan terserah yg nulis.
    sya hanya apresiasi saja sbg pembaca.

    • Ok, pd wktu nulis puisi itu mang lg ada mslh dg ssorg. Ini bagian dr pasang surut kehidupanku. 2 bait pertama sengaja kubuat hiperbola gt, pgn nunjukin betapa keras usahaku utk membuat suasana kondusif di antara kami. trus bait ke 4 aku tulis kalimat “aku mengindahkan keindahanmu,
      kebijakanku selalu bijaksana untukmu”, …. ini utk meyakinkan aja, walau itu subyektif bgt kesannya…….. Yeah……, itu bagian dr masa lalu yg telah pergi, ga ada gunanya diinget lg…… hehe… matur nuwur jeng… mugi2 Gusti Allah Ta’ala tansah paring berkah dumateng jeng sekar..

  5. dr awal sya bsa menangkap puisi ini hubnggannya dg perempuan.
    tp dsini sya hanya komentar dlam konteks puisi. apresiasi puisi.
    mslah proses kreatif…ya trserah penulisnya.
    entah itu pengalamn buruk, pahit, menyakitkan, gk mau diingat lg..ya terserah.
    subyektif pun gk msalah. kan terserah yg nulis.
    sya hnya beri apresiasi krn sya baca.
    knpa ctatan sya ad mslah hiperbola? ya karena mslah stilistika berpengaruh bngt dlm puisi.
    sya yakin, penulis pasti perhatikan juga masalah diksi, persajakan, dll bukan?? itu aja.

    • waduh…… kok tebakannya tepat? jgn2 sekar dukun ni……(hehe bcanda aja)… di dunia tulis menulis aku ga menguasai scra teoritis, soalnya keseharianku kerjaannya utak atik angka, jauh dr utak atik kata2…. hehe..
      Berawal dr suka aja, trus coba2 nulis…. jd……. aku sadar sepenuhnya soal kualitas tulisanku…… tp aku msh semangat belajar dan baca2 referensi yg berkaitan dg dunia sastra……🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s