Bulan Sabit Ungu

Bulan Sabit Ungu,
terbit di kala senja memerah,
jauhnya tak terhingga,
indahnya tiada terkira.

Tak ada yang bisa terkata,
kala mata hanya bisa menerka,
apa gerangan yang bisa kuraba,
jemariku tak sangup menggapainya.

Bulan Sabit Ungu,
hendak kugalah dengan rasaku,
jika bisa kupetik sinarnya,
ingin kusandingkan dengan kejora.

Impian biarlah tetap impian,
manakala ambisi telah pergi,
menyisakan kedamaian,
yang mengendap di dasar hati.

Bulan Sabit Ungu,
kesunyian ini milikmu,
yang kau sematkan di awang-awang,
dan kucuri di kala kau terlupa.

Kau gading yang tak retak,
walau dianggap hiasan gagu,
tak pernah ragu kau bertugas,
menjadi lukisan di kanvas hati.

4 responses to “Bulan Sabit Ungu

  1. puisinya semuanya keren abis., itu buad sendiri. ?
    bagus baget., . .. .

    kauand mari bertukar link., link ku :
    nama : Saudara Blog
    url : http://saudarablog.blogspot.com
    ntar kalo udh di pasang kasih taw lewat blog itu ato lewat email di wildann.hariss@gmail.com thx.. .

    • Makasih kunjungannya. Iya, alhamdulillah semua puisi pada kategori Puisiku semua saya buat sendiri.

      Ok untuk tukeran link

  2. bagus. . . . .🙂
    andai warna ungu itu masih tertinggal di langit malam🙂
    maka ungu pada bulan sabit itu akan selalu menyinari puisi-puisi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s