Rayuanku Pada Bintang

Bintang,
sekali lagi aku merayumu,
masihkah kau acuhkan aku?
sampai detik ini inginku masih sama,
mengharap kau datang ke sini,
dan membawaku pulang ke angkasa.

Tak pantaskah aku jadi penghias?
berjajar bersamamu di sana,
menjadi serpihan galaksi Bima Sakti,
menyejukkan hati penghuni bumi,
menghibur keresahan jiwa-jiwa terluka.

Bintang,
coba lihat ke mari,
tatap mataku,
adakah aku berdusta?
sedang kau tahu sejak aku dilahirkan,
tak pernah selingkuh dari pesonamu.

Jika kau turunkan tangga untukku,
aku akan memanjatnya seketika,
jika kau lemparkan tali ke sini,
aku rela terlilit bergelantungan,
agar bisa mendekati singgasanamu,
dan merasakan hangatnya sapamu.

Bintang,
sebetulnya siapa yang salah?
aku ataukah engkau?
mengapa kau biarkan aku patah hati?
sedang kau tahu aku tak pernah merasakan,
sakitnya patah hati di sini.

Bintang,
Aku takkan pernah bosan merayu,
tak pernah berhenti memujimu,
tak pernah jemu mengadu padamu,
hingga kau benar-benar terbuai,
dengan manisnya bujuk rayuku.

16 responses to “Rayuanku Pada Bintang

  1. bintang jadi pilihan kata ? apa nda terlalu tinggi… sesuatu yang ga mungkin digapai…agak dikit ngoyo…but nice…

    • iya, imajinasi bisa tak terbatas. sejak jaman dulu kala bintang selalu melambangkan keindahan dan kedamaian bagi yang memandang. Itulah wujud kekuasaan Tuhan yang tak terbatas.

  2. keliatan jago ngerayu….🙂

  3. Mas, kl maunya dibawa pulang sm bintang, trus pulangnya ke angkasa… brati mas Gurit temennya ET dong…he..he..🙂

  4. wah….asik jg jd temennya ET, bisa jalan2 ke mana2 naik piring terbang. Ntar aku samper deh hehehe

    makasih kunjungannya

  5. Hai mas Gurit.. !
    puisimu “Bintang” menghanyutkan… ! dan kereeen
    sukses ya

  6. Makasih Rin……

  7. pantas jika ibumu memberikan kepada mu nama ” guritno “. kau tahu apa arti guritno ?

  8. kok jadi lebai puisinya..
    padahal beberapa diksi bagus menurutku.

  9. puisi ini emang lebai.. sya tidak berkata bagus. jika bagus, pasti sya bilang bagus.

    • puisi itu kutulis saat mrsa bnr2 penat dg hiruk pikuk dunia. aku pgn bnr2 lepas dr pamrih apapun, kyk bintang, memberi kedamaian pd kita tanpa imbalan apapun. kedengarannya sok suci………tp jujur kukatakan (lepas org prcaya ato ga), puisi ini salah 1 yg aku tulis dg sepenuh perasaanku, bahkan ktka kubaca ulang, aku pernah netesin air mata. makasih ya….atas apresiasinya. salam damai.

  10. ampun nangis a mas gurit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s