Demi Yang Tercantik

Demi yang kukagumi,
aku memberanikan diri,
untuk menulis sebuah puisi,
yang tak seindah pelangi,
namun sebuah kejujuran hati,

Demi yang kurindu,
aku rela menjadi debu,
dan tak pernah merasa jemu,
bediri mematung untuk menunggu,
pembebasan jiwa yang terbelenggu.

Demi yang kupuja,
biarlah aku menjadi lupa,
tentang diriku yang sebenarnya,
karena aku takkan pernah ada,
tanpa hembusan sebuah sabda.

Demi yang terindah,
aku sadar begitu rendah,
sedikitpun tak terlihat gagah,
berjalan saja harus dipapah,
agar tidak terjerembab ke tanah.

Demi yang tercantik,
lemah bibirku berbisik,
melantunkan kata terbaik,
tanpa dilapisi warna-warni lipstik,
tentang kebenaran yang setitik,

Demi yang tiada cacat,
aku selalu ingin mencatat,
makna-makna yang tersirat,
di antara dunia penuh siasat,
agar aku senatiasa selamat.

Demi keagunganNya,
aku selalu memuja,
aku selalu mengagumi,
aku selalu merindu,
akan semua keindahanNya.

4 responses to “Demi Yang Tercantik

  1. nobody perfect

    • Thank’s ayang…
      Yes, nobody’s perfect, and don’t try to be perfect. Just get better!. Everybody has strengths and weaknesses. We can always learn something new or try to improve.

  2. Bagus banget puisinya mas, sampe merindìng aku bacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s