Membebaniku

Nasehatmu itu,
membebaniku,
menggangguku,
mengusik ketenanganku.

Aku adalah aku,
bukan apa-apamu,
jangan merasa jadi guru,
semua kau anggap tabu.

Pergilah,
aku tak butuh petuah,
aku bukan keranjang sampah,
tempatmu meludah.

Bukannya aku marah,
hanya sedikit gelisah,
tak ingin menjadi lemah,
akibat petunjukmu yang salah.

Nasehatmu itu,
membebaniku,
sungguh aku tak tahu,
harus menolak atau meniru.

Jangan kau teruskan,
aku sendiri punya jalan,
yang kutempuh dengan nyaman,
jangan lagi kau belokkan.

Aku punya naluri,
punya harga diri,
apapun yang kujalani,
biar kutanggung sendiri.

Jangan bicara lagi,
dan berunjuk gigi,
walau kau tulis puisi,
semua akan terasa basi

Nasehatmu itu,
membebaniku,
dan sungguh-sungguh,
membebaniku.

6 responses to “Membebaniku

  1. nasehat apapun ga akan didengerin kalo emang punya kepala batu..
    apalagi ga punya hati…
    sekeras apapun dicoba pasti akhirnya berantakan…
    ga perlu nasehat… untuk orang orang yang ga pernah ngerti arti nasehat…

  2. wah Mas, keren! btw, aku gak membebani kmu kan dgn koment disini? heheee,….🙂

  3. sy g akan membebanimu mas, sy kuyus loh 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s