Ceritamu

Ceritamu tentang taman di awan,

benar-benar membuaiku,

sungguh,

tak bisa kupungkiri,

aku ingin melanglang buana,

merentangkan sayap,

ke sana,

malam ini,

sendiri.

 

Mengapa hanya kau kisahkan sepenggal?

padahal aku begitu bernafsu mendengarnya,

lanjutkan,

teruskan,

aku ingin bertemu bidadari dalam ceritamu,

yang berkulit bening,

hingga urat-uratnya seakan kelihatan,

tolong aku,

lanjutkan ceritamu.

 

Bukankah kau tahu,

aku lelah dengan semua kepalsuan,

hanya polesan-polesan bedak berkilau,

hanya aroma parfum yang memusingkan,

menutup,

melapisi,

mencoba menyamarkan kebusukan,

keburukan,

dari bangka-bangkai berjalan,

yang kosong,

tanpa isi.

4 responses to “Ceritamu

  1. kayaknya ada bau-bau patah hati dalam puisinya. maaf ya kalo salah, aku anak baru yang mau mendalami puisi. mohon bantuannya

    • patah hati? engga lah bro.. hidup sekali jangan pernah patah hati, hehe… kuncinya jangan menyukai atau membenci sesuatu secara berlebihan. Kalo pengin mendalami puisi, tulislah apa yang pengin anda tulis, secara jujur, ga dibuat2, gitu aja.

  2. Aku tak seberapa ngerti sastra
    bila aku seneng bacanya menurut aku ya bgus aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s