Kasur Kapuk

Mak, aku pulang,
seperti biasa,
tolong siapkan air hangat di tungku,
buat aku mandi malam ini.

Kulihat kasur kapuk itu mulai lapuk,
dua warnanya berubah menjadi tiga,
oleh bocoran atap yang tak rapat.
Biarlah esok aku yang menambalnya.

Mak, harusnya kau tak lagi bekerja,
menguras tenaga untuk bisa belanja,
biarlah kupikul kayu bakar itu,
agar punggungmu tak lagi membiru.

Mak, kalaulah aku menagis,
tangisku itu hanya untukmu,
kalaulah aku meratap,
jangan pernah kau menatap.

Mak, aku malu jadi anakmu.
setiap saat melihat dukamu,
tapi tak pernah kudengar rintihmu,
walau nestapa enggan beranjak darimu.

One response to “Kasur Kapuk

  1. maksih tas informasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s