SATU-SATU PERGI

Satu-satu pergi,
mohon diri di batas sepi,
meninggalkan sederet luka,
sakitnya tiada dapat tergambar.

Satu-satu pergi,
terpisah di ujung pagi,
tercerai di batas senja merah,
mengiris, menyilet, membekaskan garis duka.

Tanah ini telah kau pijak sejak lama,
air sumur ini telah kau teguk sejak dulu kala.
jejak-jejak tapak kakimu belum lagi tersapu,
janjimu padakupun belum tuntas kau tunaikan.

Pulang, pulanglah,
selaksa tugas menatimu,
jangan berdiri termenung,
jangan tangisi kesendirianmu.

Satu-satu pergi,
biarlah begitu,
masa kan selalu berganti,
akan bertiup angin yang baru.

4 responses to “SATU-SATU PERGI

  1. aku suka puisi ini. sebagian baitnya menggambarkan jiwaku saat ini.

  2. tulllll….??setuju…hadapi semuanya..
    jangan menyerah…tp nikmati hari ini…

    salam

  3. Yang sudah pergi biarkan pergi… Tunggu yang lain yang akan datang, seperti masa yang kau bilang itu, ada yang pergi ada yang datang. Selalu begitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s