Tabir Jiwa

Terpekur di gerbang harapan.
Ketika impian telah kulipat rapi,
di almari berpintu besi,
yang anak kuncinya telah kupatahkan,
kubuang,
hanyut,
jauh,
di telan laut Jawa.

Awan putih telah meninggalkan bulan.
Bergegas mengejar layang-layang,
yang terkoyak di bagian atasnya,
terpelanting,
tergores,
terantuk sebongkah batu meteor.

Jaman telah pudar,
masa telah berganti,
benalu-benalu terkulai di dahan kering.
Mengisyaratkan kesenduan jiwa yang retak,
menjerit,
mengaduh,
merintih tanpa tahu apa sebabnya.

Ilmuku tak pernah menjangkau,
sebuah tabir yang tersibak.
Akalku tak pernah menyentuh,
keniscayaan yang tergambar jelas,
di depan mata,
di ambang hati,
di seluruh helaan nafasku.

One response to “Tabir Jiwa

  1. mas gurit mnyimpanya dilemari besi si,kuncinya jg udah dipatahkn, klo punyaku tak simpan dikotak kaca walaupun ga bisa mnyentuh tp q bisa trsenyum dgnya sprt pohon kelapa kami ada dlm angan :”>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s