Mata Wayang

Ketika suara hati mengalun,
ketika sajak-sajakkku terurai,
rebah tubuh ini tanpa daya.
Kuperas hitamnya asap duniaku.
Kulepas mengepul memenuhi angkasa raya.

Aku menuju Sang Mata Wayang,
yang menyentak sukmaku siang dan malam.
Kuncup-kuncup asa tak lagi terkekang,
berputar di sekeliling jari manisku.
Menggoreskan pena akan arti kehadiran pemilik jagad.

Sirna sudah segala keraguan,
musnah sudah setiap ketimpangan nurani.
Sumpah raga terasa tak bersukma lagi,
janji hati terasa tak berwarna.
Aku menggapai keabadian,
menuju Sang Mata Wayang.

One response to “Mata Wayang

  1. puisi mas gurit bagus2, blh gr dikit ya ..Q jg suka corat/ret gt tp ga sebagus mas gurit utk perangkaian kata2nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s