Budimu

Pinjami aku alas kakimu sekali lagi

untuk aku berpijak pada lumut basah ini.

Lubang di kaki langit masih terlampau jauh bagiku.

Soronglah punggungku dengan lenturnya jiwamu

 

Aku bisa sampai di lembah ini berkat kearifanmu.

Aku bisa menatap gunung biru ini atas keagungan jiwamu

Ketika lutut ini terasa tak bertulang lagi

Kau kerahkan barisan serdadumu untuk menanduku

 

Kalaulah ada duka yang terlampau,

bagilah separuhnya padaku.

Kalaulah ada bahagia yang kau reguk,

Tak usah kau pikirkan untuk membaginya padaku

 

Berhentilah kau dari berkerut kening

Minumlah seteguk nira yang aku tiriskan

Hari ini bukanlah muara pemberhentian bagimu

Mengapunglah di arus sungai bersama jerami kering

One response to “Budimu

  1. bagus ni puisi menarik banget..
    lanjut terus karyanya bos..🙂

    jangan lupa mapir ya bos….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s