Lupakan Doamu

          Setiap hari, sebagai orang yang percaya akan adanya Tuhan, pastilah kita tidak bisa lepas dengan doa. Baik doa berupa ucapan, gerakan, maupun yang hanya sebatas pada kata hati. Doa adalah sebagai sarana untuk menyampaikan harapan-harapan dan keinginan dari makhluk kepada penciptanya.

          Doa juga merupakan salah satu bentuk dari ibadah, karena orang yang tidak pernah berdoa bisa “dicap” oleh Tuhan sebagai orang yang sombong, sedangkan kesombongan itu sendiri adalah selendang Tuhan. Manusia sedikitpun tidak berhak mengenakan selendang kesombongan. Dengan berdoa akan tambah jelaslah beda antara hamba dan Sang Khalik. Hamba yang selalu butuh kepada penciptanya, sedangkan Sang Pencipta tidak butuh kepada hambanya.

          Orang memanjatkan doa dengan berbagai macam cara sesuai dengan ajaran dan tuntunan  yang pernah diajarkan pada masing-masing individu. Masing masing agama dan kepercayaan punya caranya tersendiri dalam memanjatkan doa. Bisa dilakukan secara individu maupun secara kolektif.

          Berbagai macam doa dipanjatkan orang, dari yang meminta kebaikan di dunia sampai kebaikan di akhirat. Ada juga doa-doa yang merupakan kolaborasi antara keduanya. Kebanyakan doa dipanjatkan  untuk meminta suatu kebaikan, tetapi tak jarang orang yang entah sadar maupun tidak berdoa untuk keburukan orang lain. Misalnya mendoakan orang yang tidak disukainya agar turun pangkat dan sebagainya. Naudzubillah….

          Orang boleh saja berdoa sesuai dengan apa yang dinginkannya, tetapi menurut pendapat saya, doa adalah sebuah senjata orang-orang yang beriman. Jadi, hendaknya doa dipanjatkan dengan dasar kejernihan hati. Sadar betul apa yang diinginkan, sadar betul kepada siapa keinginan itu disampaikan. Yaitu kepada Sang Maha Menepati Janji. Janji Tuhan yang pernah saya baca di berbagai kitab suci kurang lebihnya hampir sama, yaitu Tuhan akan mengabulkan setiap permintaan hambanya. Terlepas dari terkabul atau tidaknya sebuah doa, semua tergantung pada keyakinan yang berdoa itu sendiri. Setiap doa yang disertai dengan perasaan harap-harap  cemas dan penuh keraguan, maka kemungkinan besar doa tersebut tidak akan dikabulkan. Tetapi Tuhan maha tahu tentang mana yang terbaik diantara mengabulkan atau tidaknya.

          Suatu ketika ada orang yang membuat alamat email dengan nama sembarang. Password dari email tersebutpun dia lupakan. Dia rajin membuat email yang ditujukan kepada Tuhan ke alamat email yang telah dia buatnya tadi. Email-email yang dia tulis berupa permohonan atau doa kepada Tuhan.  

          Kedengarannya perbuatan orang itu memang agak konyol, tetapi apabila kita renungkan lebih dalam lagi kita bisa sedikit mengerti bahwa doa itu seharusnya disampaikan dengan ikhlas, tidak usah direview lagi. Lepaskan saja terbang ke langit. Tidak usah bertanya tiap saat apakah doa yang telah dipanjatkan dikabulkan apa tidak. Biarlah Tuhan yang mengatur, toh Dia telah berjanji untuk mengabulkan setiap doa. Untuk itu lupakan saja setiap doa kita, yakini pasti akan dikabulkan, walau tidak sama persis seperti yang kita minta. Bisa jadi dikabulkan dalam bentuk lain yang lebih baik. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s