MENGELUH

          Mengeluh, sebuah kata yang tidaklah asing bagi kita. Hampir tiap hari kita mendengar dari orang-orang yang kita temui. Bisa dari keluarga terdekat, tetangga, teman, bawahan, atau bahkan atasan kita. Orang yang tidak kita kenalpun kadang-kadang tanpa kita duga akan mengeluhkan segala macam permasalahan hidupnya pada kita.

          Ada banyak jenis keluhan yang acap kali kita dengar. Soal ekonomi, rumah tangga, lingkungan pekerjaan, atasan, politik, bahkan kebijakan pemerintah juga sering dikeluhkan orang. Yang saya sebutkan tadi hanyalah contoh kecil penyebab orang mengeluh. Kita juga pasti mengenal jenis orang yang bawaannya setiap hari hanya mengeluh dan mengeluh. Sepertinya dia adalah orang yang paling sial dan menderita di dunia. Sepertinya dia adalah orang yang paling diperlakukan tidak adil di dunia ini.

          Kenapa orang mengeluh? Kenapa harus mengeluh? Wah….itu saya pasti tidak bisa menjawab karena saya bukanlah orang yang mempunyai latar belakang ilmu psikologi.

          Tetapi menurut saya, mengeluh bukanlah cara yang paling tepat untuk meringankan ketidaknyamanan, dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Mengeluh dapat diartikan sebagai tanda seseorang tidak bersyukur. Karena ketika kita mengeluh, kita tidak ingat lagi ada jutaan nikmat  dari Tuhan yang kita lupakan. Kita bisa mengeluhpun sebenarnya merupakan sesuatu yang patut kita syukuri. Artinya ketika kita sedang mengeluh, kita masih bisa bicara, melihat,mendengar, berkomunikasi dan lain sebagainya. Orang yang sedang dalam keadaan koma di rumah sakit tentu tidak bisa mengeluh lagi. Nah…kalau sedang mengeluh sebaiknya kita mengingat pasien-pasien dalam keadaan kritis di Rumah Sakit yang untuk sekedar bicara saja mereka tidak mampu.
  2. Mengeluh juga akan semakin membuat kita terfokus pada apa yang tidak kita sukai. Dalam Law of Attraction atau hukum tarik menarik, apa yang kita pikirkan secara dominan dan fokus akan tertarik menjadi kenyataan.
  3. Orang yang terlalu sering  mengeluh akan mengundang rasa tidak simpati dari teman. Teman yang dijadikan tempat keluhan sebisa mungkin akan berusaha menghindar apabila bertemu dengan si tukang mengeluh.

Nah….sebaiknya kita kurangi keluhan-keluhan kita agar kita menjadi orang yang sabar dan syukur. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s