HASAN BIN ALI

           Cucu Rasulullah Saw, putra imam Ali dan Fatimah Az_Zahrah, saudara kandung Husein, penghulu para syuhada, adalah figur yang  penuh pengorbanan dan berjiwa bersih. Beliau adalah tokoh yang penuh kasih sayang. Rasulullah Saw. sangat mencintai Hasan dan saudaranya Husein. Di samping itu, kedua orang tuanya juga merupakan suri tauladan yang sangat baik bagi perkembangan hidup Hasan.

            Hasan memiliki bentuk fisik mirip dengan Rasulullah Saw. Diriwayatkan, Abu Bakar ra. Pernah berkomentar kepada Ali, ayah Hasan, “Demi Allah dia lebih mirip dengan Nabi Saw. daripada denganmu.” Mendengar itu Imam Ali hanya tertawa.

            Rasulullah Saw. pernah meramalkan bahwa Imam Hasan akan mendamaikan antara dua golongan kaum muslimin. Beberapa tahun setelah itu ramalan tersebut benar-benar terjadi, yaitu setelah Nabi Saw. dan Imam Ali wafat. Saat itu penduduk Irak datang untuk membai’at Imam Hasan sebagai khalifah. Pada waktu yang bersamaan penduduk Syam membai’at Muawiyah sebagai khalifah juga. Perang antara Irak dan Syampun tak dapat dihindarkan.

            Imam Hasan adalah figur yang tidak menyukai pertumpahan darah. Dengan kecerdasannya  beliau dapat memanfaatkan momen penting, yaitu ketika Muawiyah mengirimkan surat kepadanya yang berisikan Imam Hasan akan dijadikan khalifah setelah Muawiyah meninggal, apabila saat itu Imam Hasan masih hidup. Dengan jiwanya yang tenang beliau menyetujui isi surat tersebut walaupun penduduk Irak dan saudara beliau sendiri, Imam Husein menyambut keputusan itu dengan kecewa.

            Muawiyah ternyata tidak menepati janjinya. Dia telah menetapkan perintah membai’at Yazid, anaknya. Politiknya adalah jangka panjang, meskipun pada mulanya belum tercapai, namun dia  menjadikan opininya itu secara bertahap.Keputusan Muawiyah itu disambut kemarahan oleh banyak sahabat Rasulullah Saw, sebab jabatan khalifah akan dipegang oleh penguasa bengis, sebagaimana telah dikabarkan oleh Rasulullah Saw.

            Usaha Imam hasan untuk menjaga pertumpahan darah di antara kaum muslimin telah membuahkan hasil, namun situasi pada saat itu memang belumlah kondusif, sehingga masalah-masalah lain menerpa beliau. Berkali-kali upaya pembunuhan kepada beliau dilakukan orang dengan jalan meracun beliau, namun beliau masih terhindar dari kematian karena bisa diobati. Orang-orang yang hendak membunuh beliau tidak putus asa. Akhirnya racun ganas berhasil masuk ke tubuh beliau dengan jalan dicampurkan ke makanan. Kali ini Allah berkehendak lain, beliau wafat.

            Peristiwa itu terjadi pada tahun 50 H. Seluruh penduduk Madinah berkabung dan mengubur jasad beliau yang suci di Baqi’. Konon di tempat itu tersebar bau harum semerbak bagai kasturi, seolah-olah para malaikat menabur wewangian surga. Dunia kehilangan seorang tokoh utama yang berjiwa mulia. Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah bersabda tentang Imam Hasan dan Imam Husein, “Mereka berdua termasuk pemuka para pemuda ahli surga”.

(Disarikan dari buku Pola Hidup Orang-Orang Saleh yang merupakan terjemahan kitab Hayat Ash Shalihin, karya Abdul Mun’im Qindil)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s