Aku Sudah Berusaha

Aku sudah berusaha,
keras sekali,
sekeras guntur gegap menggelegar,
di awal musim penghujan,
enam tahun lalu.

Aku sudah berusaha,
sungguh-sungguh,
seperti kesungguhan laba-laba,
menganyam jaring- jejaring rapuh,
untuk sekedar menakut-nakuti,
nyamuk-nyamuk kebingungan.

Aku sudah bersusaha,
tidak main-main,
walau harus bermain api,
dengan tangan telanjang bulat,
dan alhasil telah membuahkan,
melepuhnya jari-jemari ini.

Aku sudah berusaha,
mati-matian,
walau saat ini aku belum mati,
tetapi rasa ini telah mendahuluiku,
terbujur kaku di ruang kremasi.

Usahaku bukanlah sembarang usaha,
usaha kecil dari orang kecil,
dan mungkin tak berarti bagi kalian,
tetapi aku tidaklah malu,
karena dengan susah payah,
aku sudah berusaha.

Jaga Bungaku (Versi Video)

Jaga Bungaku, puisi yang saya tulis pada tahun 2010 di blog ini, coba saya buat dalam versi video.

untitled26

Andai Diamku Bisa Bicara (Versi Video)

Salam jumpa, saya coba lagi membuat versi video dari puisi lama saya yang berjudul  Andai Diamku Bisa Bicara

silakan klik di sini atau di gambar: untitled9

 

Puisi Tak Sampai (Versi Video)

Salam jumpa…

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Kesibukan kantor telah menyita sebagian besar waktu saya. Tetapi masih sempat iseng-iseng bikin video dari puisi berjudul Puisi Tak Sampai yang pernah saya tulis di blog ini.

Kalau sempat silakan diintip: untitled6

 

Kita Adalah Dedaunan

dedaunan
Kita adalah dedaunan itu,
pernah menghijau menebar rindu,
pernah kering dan berguguran,
lalu melayang bersama debu,
ditiup angin.

Kita adalah dedaunan itu,
ranting-ranting kita adalah perayaan,
dahan-dahan kita adalah keberanian,
matahari dan hujan adalah pandangan hidup,
lantas mengapa kita anggap angin sebagai keluh kesah?

Kita adalah dedaunan itu,
bersatu tanpa ikatan tali temali,
menari tanpa alunan kecapi,
tetapi kita adalah pengisi kehampaan,
itulah alasan kita punya arti bagi bumi.

Kita adalah dedaunan itu,
tak pernah berharap taman menjadi sunyi,
karena kita bukanlah bala tentara sang raja,
tak kenal busung-busungkan dada,
tak kenal pula tunduk merunduk.

Pernah kita cari kebenaran,
bertanya pada burung yang melintas,
memohon pencerahan pada malam kelam,
tetapi satupun tak pernah mendapat jawaban,
karena kita hanyalah dedaunan.

Jangan Bangunkan Aku

Jangan bangunkan aku,Image
kumohon,
mimpi ini terlalu indah untuk kutinggalkan.
Alam nyata terlalu menyesakkan untuk kupandangi
 
Jangan bangunkan aku,
dewa-dewi tengah menebarkan salam padaku,
sinar matanya seteduh mata ibuku,
sapa hangatnya selalu memanusiakan aku.
 
Jika bisa kupilih,
aku ingin terlahir kembali di sini,
bermain dengan bocah-bocah telanjang kaki,
rebah di rumput berselimut jerami.
 
Ini dunia buta dengan kasta,
tanpa raja, tanpa pula perdana menteri,
burung-burung kecilpun siap mengadili,
pada siapapun yang ingkar nurani.
 
Jangan bangunkan aku,
walau matahari telah meninggi,
karena aku selalu takut,
menjadi penghuni peradaban mati.

2013 in review

Tahun 2013 minim sekali saya menulis di Blog ini. Kesibukan pekerjaan benar-benar telah membuat saya “cuek” pada Blog Puisi Surga. Tetapi WordPress masih setia mengirimkan laporan tentang Blog ini. Dalam benak saya, WordPress mungkin akan membekukan Blog ini karena saya; sebagai admin; tak banyak menuangkan isi kepala dalam bentuk tulisan di Puisi Surga. Tetapi WordPress rupanya berbaik hati, masih mengijinkan tulisan-tulisan lama saya terpampang di sini.

Walau tak banyak menulis, tetapi berdasarkan laporan/annual report dari WordPress, selama tahun 2013 Puisi Surga diklik orang sekitar 160 ribu kali. Wah, lumayan banyak ya? Dan, inilah laporan selengkapnya dari WordPress:

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog. Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 160,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 7 days for that many people to see it.

Klik di sini untuk melanjutkan.